Kewirausahaan
Menjadi Wirausaha, Siapa Takut. . .
Jadi Konglomerat Pasti Bisa !
Di dalam program webinar ini saya mengutip topik materi dari
Bapak Ari Pambudi yaitu mengenai :
"Menjadi
Wirausaha Muda"
Saat ini pada dasarnya kita semua tahu, bahwa dunia kerja
saat ini cukup sulit. Tetapi didalam kesulitan pasti ada kemudahan. Banyak
orang kantoran yang sekarang sudah WFH (Work From Home), dan banyak juga yang
sudah dirumahkan, dan bahkan banyak juga penghasilan mereka yang hanya dapat
20% - 50%. Dari sinilah kita bisa belajar bahwa seorang karyawan masih
bergantung pada sebuah organisasi atau sebuah perusahaan, ini pertanda bahwa
untuk kita siap terjun kedunia wirausaha.
ð Enterpreneur
Jika kita bisa mengelola sebuah sumber daya, melihat peluang yang ada secara kreatif dan membuat sebuah nilai tambah suatu product yang berguna bagi lingkungan secara kelanjutan itu baru bisa dikatakan sebagai seorang Enterpreneur. Negara yang maju artinya sudah memiliki banyak wirausaha muda yang aktif di negaranya, sedangkan di Indonesia baru 3,1% orang yang berwirausaha muda.
Dengan
banyaknya penduduk usia tinggi produktif ( 25th - 54th ) itu menjadikan suatu
bonus negara Indonesia untuk maju, untuk membuat peluang – peluang wirausaha
muda yang ada.
Di
indonesia semakin tinggi angka pemuda yang ingin menjadi pengusaha di masa
depan, selain menjadi wirausaha pemuda di Indonesia juga memiliki persepsi yang
baik untuk bekerja di perusahaan multinasional, pemerintahan, perusahaan
berskala besar, start-up, maupun organisasi nirlaba. Namun selain menjadi
wirausaha yang punya persepsi baik disemua perusahaan,
Bagaimana pemuda –
pemuda tadi mau melanjutkan bisnis keluarga ? sangat kecil kemungkinannya.
Bagaimana pemuda – pemuda tadi bekerja di
UKM ? sangat kecil pula kemungkinannya. Karena seperti apa yang kita tahu UKM
di Indonesia lebih banyak ibu – ibu atau bapak – bapak sedangkan para pemuda
tadi lebih banyak yang berminat ke start-up, ke perusahaan – perusahaan
berskala besar, ke perusahaan multinasional, ke pemerintahan dan ke organisasi
nirlaba. Jangan berfikir bahwa “apakah
saya cocok menjadi seorang pengusaha?”.
Menjadi seorang
pengusaha itu memang sulit dan tidak mudah. Seorang pengusaha itu penuh liku –
liku, mulai dari 0 bahkan minus. Memang sangatlah sulit, tetapi jika anda
mempuyai jiwa yang kuat dan tekad yang bulat maka semua orang bisa menjadi
pengusaha
How
to make money ?
How to make profit ?
Dengan bersungguh – sungguh bagaimana pun
caranya bisa menghasilkan uang untuk diri sendiri. Jangan takut, untuk menjadi
seorang wirausaha muda tidak ada syaratnya kok.
Jika
kita berbicara dengan E & S disisi kiri maka orang – orang hanya bekerja
mencari uang artinya
- Saya
kerja
untuk mencari uang,
- Saya kerja
untuk mencari makan,
- Saya
kerja
untuk mengumpulkan uang.
Bekerja
dengan kerasnya, inilah orang – orang jika disisi kiri yang lebih kuat.
Sedangkan
jika kita berbicara dengan B & I disisi kanan ialah orang – orang yang
mempunyai insting money work for you
bukan kamu yang bekerja untuk mendapatkan uang.
![]()
E
=> You have a job = Karyawan, dan pegawai Keduanya bekerja untuk uang
S
=> You own a job = Artis, dokter, pengacara
Kedua nya harus terus
menerus bekerja to make money.
B
=> Bisnis bekerja untuk anda = Pemilik perusahaan,
Perwaralaba, Waralaba pribadi.
I => Uang bekerja untuk anda
= Pemegang saham, Pemilik Properti, Pemegang reksadana.
Sifat
Penting menjadi Pengusaha
1. 1. Visi
Sifat terpenting dari
seorang pemimpin yang menanamkan mimpi mendorong orang – orang disekitar untuk
percaya pada visi anda. Visi diperoleh dari perawalan misi, periksa pernyataan
misi anda, dan dapatkan pengalaman bisnis saat ini. Untuk menulis pernyataan
visi, fokus pada dasar – dasar pernyataan misi anda, lalu extract visi anda
menjadi pernyataan yang berguna. Lalu harus ada komitmen dari visi yang telah
dibuat tadi.
2. Focus
Fokus menjadi koridor
agar pergerakan usaha apapun yang kita miliki menjadi lebih terarah dengan
sedikit mengesampingkan hal – hal yang bisa membuat fokus kita berubah.
Sesekali kita perlu untuk tidak perduli akan peluang yang muncul dan meneruskan
tujuan serta cita – cita yang sudah kita tanamkan sejak awal.
3. Ketegasan
Sebagai seorang pemilik
bisnis dan pemimpin perusahaan kita diharuskan memiliki rasa yang kuat. Rasa
disini dapat berupa ketegasan kita dalam mengambil dan memutuskan sesuatu.
Karena bagaimanapun setiap pemilik bisnis akan selalu dihadapkan dengan
berbagai keputusan sulit setiap harinya.
4. Kemampuan Mendengarkan
Dengan mendengarkan,
anda belajar berempati terhadap orang lain baik konsumen maupun bawahan. Dengan
mendengarkan, anda menjadi lebih peka terhadap masalah yang ada disekitar anda,
termasuk masalah yang berkaitan dengan anda dan bisa mengancam bisnis anda.
Anda pun bisa bertindak lebih bijaksana ketika menghadapi suatu masalah karena
telah mendengarkan apa yang terjadi dan memikirkan alternatif tindakan dengan
tenang. Mendengar dengan baik menjadi motivasi yang baik. Dengan menerapkan
konsep mendengar yang baik, bisnis yang jelas akan membuat jauh lebih
menguntungkan.
5. Sosialisasi
Mampu mengembangkan
komunikasi mereka dengan sesama pemilik bisnis atau orang – orang lain
sekitarnya. Karena bagaimanapun sosialisai didalam kehidupan sangat dibutuhkan.
Sekalipun anda sudah menjadi pengusaha sukses, tetapi anda tentu membutuhkan
seorang rekan, relasi, dan teman untuk berbagi. Ini nantinya akan membatu kita
dalam mempromosikan bisnis kita dengan lebih mudah.
6. Fleksibel
Fleksibilitas disini
lebih ditekankan kepada kemampuan kita untuk bisa berfikir lebih praktis dan
berbeda, terlebih saat kita melakukan suatu hal yang diluar rencana kita
sebenarnya. Pemilik bisnis akan lebih dihargai oleh pelanggan / mitra bisnis
anda. Ketika anda menunjukan fleksibilitas daripada anda keras kepala mencoba
untuk membuktikan apa yang anda yakini sendiri.
7. Dedikasi
Menjalankan sebuah
bisnis bukanlah sebuah tugas yang bisa kita lakukan di tengah – tengah jalan.
Jika kita memang ingin sukses membangun sebuah bisnis, maka kita harus mampu
dan mau untuk mencurahkan segenap waktu, tenaga, dan pikiran kita untuk bisnis
ini kita memang harus berusaha mengoptimalkan setiap jadwal kerja dengan tidak
mengganggu keseimbangan kehidupan pekerjaan dengan kehidupan pribadi.
8. Berpikir Positif
Berpikir positif adalah
awal dari lahirnya sikap optimis. Ketika seseorang telah berpikiran positif
dalam menjalankan usahanya maka akan muncul yang disebut kepercayaan diri dari
dalan dirinya yang akan menjadikan kekuatan diri dalam menjalankan usaha dan
sebagai alasan mengapa dirinya bertahan disaat yang lain menyerah.












Komentar
Posting Komentar