Kewirausahaan

                         " Marketing Insight
                           Apa dan Bagaimana"

Mengutip dari pembahasan materi oleh ibu Diana Fajarwati dalam webinar kali ini yaitu:

Diawal membangun sebuah business kita perlu tahu Business Goal kita. Apasih sebenarnya business goal dari business kita ? secara sederhana pasti kita ingin product kita

Bagaimana business kita ini disenangi, product kita, service kita, atau apapun yang kita jual baik itu kosmetik, makanan, fashion, dan lain sebagainya diterima pasar (konsumen). Kemudian pasarnya senang. Ada seseuatu yang diterima oleh pasar karena memang tidak ada pilihan, dan ada juga yang memang pasarnya (konsumen) senang, customernya happy, puas, sehingga kita mendapatkan profit.

Suatu product itu bisa diterima laku di pasar, membuat konsumennya happy sehingga terjadi repeat buyyer atau repeat order, bahkan bisa di rekomendasikan kepada orang lain berdasarkan pengalaman, dan itu bisa menghasilkan suatu profit untuk perusahaan.

Ø  Memahami Kebutuhan Pasar

Mengapa perlu memahami kebutuhan pasar ? saat ini business berubah dengan sangat cepat yang terus berubah secara dinamis, berubah dengan tiba – tiba, pesaing kita pun juga tiba – tiba bisa berubah. Namun jangan menlai ini sebagai point negatif, justru banyak sekali kesempatan yang bisa kita manfaatkan. Prinsip nya adalah kita perlu tahu dahulu basic memahami pasar, jangan takut jika pasar nya berubah. Secara sederhana ada tiga kata kunci terminologi kebutuhan pasar yaitu :

Apa sih yang relevan? produk apa yang relevan dengan pasar saat ini? Setiap produk pasti sudah punya passion nya masing – masing.  Lalu apa yang menarik? Apa yang disukai? Apa yang meningkatkan emosional positif pada konsumen pasar saat ini? Dan apa yang cocok pada konsumen saat ini. Tiga hal ini akan terus berubah.

 

-     ->> Relevant



Relevan ini adalah sesuatu yang kita lihat dilingkungannya yang mempengaruhi pasar, mempengaruhi perubahan dari perilaku konsumen.

Contohnya : Kesadaran konsumen Indonesia terhadap Hiegienitas, atau kesadaran terhadap kebersihan, dulu bisa dibilang kurang. Dengan adanya pandemi Covid – 19 ini banyak orang mulai sadar akan kebersihan. Jadi Relevan itu terkait dengan lingkungan, lalu perubahan – perubahan tertentu yang relevan saat ini.

Relevan itu selalu terkait dengan perubahan – perubahan sosial kulture, perubahan – perubahan teknologi yang mempengaruhi pada perubahan pasar.

 

-       ->> Appealing

Product yang relevan itu belum tentu menarik konsumen. Produk itu juga harus meningkatkan Emosional Positif koonsumen atau produk tersebut harus di senangi oleh si konsumen.

Contohnya : ketika baru booming dessert box, biasanya para millenials berlomba – lomba ingin mencoba nya.

Bagaimana memahami suatu Appealing jadi produk tersebut juga harus menimbulkan suatu Emosional Positif. Emosional positif itu bisa dari segi apa saja sih? Simak gambar berikut ;

Bisa dari fungsinya, fiturnya itu yang membuat value positif. Bisa juga mengeluarkan emosional positif, membuat orang merasa nyaman, senang, atau merasa terbantu. Misalnya : dengan menyekolahkan anak ditempat yang mahal biasanya menunjukan level sosial tertentu, atau menunjukkan seorang ibu yang care dengan anaknya sampai harus disekolahkan ditempat yang cukup fancy.

Symbolic bisa juga terkait misalnya : jika menggunakan suatu product yang sedang hype dikalangan anak muda siapapun akan langsung terlihat fashionable atau hits banget.

 

-      ->> Suitablelity

Suitable atau kecocokan ini berbicara kepada Empati kita terhadap kapasitas konsumen atau kemampuan konsumen terhadap suatu produk.

>> Financial : “ Konsumen tersebut kira kira mampu tidak ya membeli product kita? Akan dibeli tidak ya dengan si konsumen? Kira product ini akan cocok dan repeat order tidak ya?”

>> Lifestyle : “Apakah product ini sudah mendukung? Atau sudah sesuai belum dengan lifestyle si konsumen?” dan hal – hal lainnya.

Itulah basic kita bagaimana kita melakukan suatu pemahaman tentang pasar. Dari tiga hal tadi kita bisa tahu apakah ada peluang business untuk kita atau tidak.

v  Insight

Insight ialah suatu informasi yang sudah sampai ke suatu intinya. Bagaimana informasi tersebut untuk memahami suatu problem yang complicated. Terkadang insight ini suka muncul secara tiba – tiba.

v  Market Insight

Market Insight ialah bagaimana cara kita bisa memahami suatu pasar dengan jelas, mendalam, dan datang dengan tiba – tiba. Bukan sesuatu hal yang kita rencanakan, tetapi tiba – tiba mendapatkan suatu informasi atau ide.

Banyak orang – orang bisa sukses bisnisnya karena dia punya intuisi yang kuat, apalagi di Indonesia terkenal dengan “Good Feelling”. Kita akan mengenal dan bagaimana kita mempelajarinya dan belajar technicalnya. Berikut yang digunakan perusahaan – perusahaan bagaimana mereka Guide Inside :

Suatu perusahaan tidak bisa mengandalkan Hard Feeling atau Good Feeling, karena mereka para profesional pasti akakn di mintakan pertanggung jawaban untuk suatu pilihan, dan harus di dukung oleh suatu data jadi mereka pasti menggunakan Market Research.

-       1.) Qualitative Research

Qualitative Research ialah research dengan cara qualitative. Pertama dengan cara observasi, melihat apa sajasih kira – kira yang saat ini sedang viral di luar? Product apa yang sedang digunakan oleh konsumen, apa yang sekarang banyak dijual di pasar, seperti apa pasar ini berubah. Yang kedua ialah dengan cara Ethnography/Netnography ini adalah metode yang caranya ialah hidup disuatu lingkungan yang akan diamati, dan mengamati dalam waktu tertentu.

-       2.) Quantitative Research

     

Ini juga sudah sangat populer, yang biasa digunakan oleh para pebisnis pemula adalah online survey, sekarang sudah banyak tersedia toolsnya. Lalu Sentiment Analysis ini harus dengan suatu tools, ini biasanya dilakukan oleh orang yang mendalami tentang data.

-      3.)  Social Media Listening

Jika sudah masuk kedalam dunia business pasti sudah familiar dengan social media listening. Bagaimana caranya agar bisnis tetap jalan? Lakukan social media listening dan social media monitoring. Jika bisnis kita dibidang kosmetik, itu relatif mudah. Apasih produk yang akan kita jual? Kita tinggal lihat produk apa yang paling banyak di review oleh si beauty vlogger ataupun influencer lainnya.

Biasanya setelah produk tersebut sudah di review oleh beauty vlogger pasti akan langsung dicari dan bisa dipastikan laku di pasar. Social media ini berubah – ubah, dulu jika ingin melihat sesuatu yang sedang booming di instagram, lalu setelah itu di youtube, dan sekarang di tiktok. Itulah the power of social media.

 Sekian sedikit ringkasan yang saya dapatkan dari penjelasan ibu diana, mohon maaf apabila ada kesalahan kata dan kalimat. terimakasih.

 

 


Komentar

Postingan Populer